“Solo: A Star Wars Story,” Mengungkap Sisi Han Solo Muda │ Movie Review

May 26, 2018

“Solo: A Star Wars Story” dimulai jauh sebelum “Star Wars: Episode IV – A New Hope” yang tayang pada tahun 1977. Saat itu sang koboi, Han (Alden Ehrenreich)—ya, hanya Han—belum memulai petualangannya. Cita-cita sebagai pilot hebat masih ia upayakan, salah satu caranya ia harus dapat keluar dari Planet Corellia. Tempat yang jauh dari taraf layak sebagai sebuah pemukiman. Di sana Han bersama kawan dekatnya Qi’ra (Emilia Clarke) berusaha mencari cara bisa keluar dari cengkeraman Lady Proxima, penguasa Corellia.

Sukses mencuri sebuah coaxium, Han dengan percaya dirinya melakukan perlawanan. Ia berhasil lolos, namun tidak dengan Qi’ra. Lantas rencananya lepas dari Corellia bertambah satu, menjadi pilot, lalu kembali untuk menjemput Qi’ra.

Siapa sangka, lewat beberapa perjalanan, Han tak perlu kembali untuk menjemput Qi’ra. Mereka bertemu saat Han yang kini sudah tersemat nama Solo di belakangnya bergabung dengan Tobias Beckett (Woody Harrelson) untuk melakukan perampasan Coaxium besar-besaran. Muaranya, coaxium ini kelak akan diserahkan kepada Dryden Vos (Paul Bettany). Dan Qi’ra kini mengabdi kepada Dryden Vos.

Spin off bertajuk Solo: A Star Wars Story menarik mundur sosok Han yang begitu cukup mata duitan, ceriwis, nyaris tak bisa berhenti bicara, banyak akal, dan selalu berusaha memenuhi kata-katanya. Mengejar cita-cita sebagai seorang pilot tangguh, rasanya hal itu memang sudah bakat Han. Karena sepanjang film diputar tak ada bagian bagaimana karier sebagai pilot itu dicapai dengan susah payah. Yang ada, adalah bagaimana Han Solo serupa Namanya beraksi sebisa mungkin untuk tak terikat dengan siapa pun. Kecuali saat dirinya mengenal Chewbecca (Joonas Suotamo) dan mengajak makhluk satu ini untuk berjalan bersamanya.

Namun, film ini menunjukkan secara perlahan hal-hal yang mengubah kehidupan Han Solo sejak ia meninggalkan Corellia. Han pun dipertemukan dengan sosok Lando Calrissian, pemilik kapal Millennium Falcon. Hal ini tentunya jadi memperjelas soal sejarah kepemilikan kapal Millennium Falcon itu sendiri. Di kisah Star Wars, Millennium Falcon adalah milik Han Solo. Kapal ini pertama kali muncul di film Star Wars Episode IV: A New Hope (1977) dan muncul di film-film berikutnya hingga Episode VI.

“Solo: A Star Wars Story” cukup memberi ruang untuk menjelaskan lebih rinci soal seorang Han. Bagaimana ia mulai mengenal Chewbecca yang juga ternyata sudah ratusan tahun menjadi pilot, bagaimana Millennium Falcon akhirnya beralih kepemilikan dan jadi kendaraan setia Han bersama Chewbecca menjelajah antariksa. Termasuk, pertemuan pertama Han Solo dengan Lando.

Sebagai sebuah cerita lepasan, “Solo: A Star Wars Story” bias menjadi tontonan Flagers yang harus menelan kenyataan tewasnya Han di “The Force Awakens.” Ditambah lagi Flagers bisa melihat sisi lain seorang Han sebelum menikmati asam-garam kehidupan sebagai seorang pilot, penyelundup berhati emas. Penasaran dengan filmnya? Langsung saja saksikan di bioskop-bioskop kesayangan kalian ya!

Comments and 113 views

Dimas Andra Saputra

Your Future Engineer │ Model United Nations │ Entertainment World

Related Posts

COMMENT

Comments Closed