“Big Hero 6” Kisah Superhero yang Dilebur Akulturasi Budaya Jepang dan Amerika Serikat | Movie Review

Posted by
November 8, 2014

Big-Hero-6-Movie-Poster-2

Ketika karya animasi dan juga kisah bertema superhero sudah menjadi sesuatu yang membosankan dan juga tidak unik, ternyata muncul sebuah film yang berani mendobrak dengan inovasi terbaru, “Big Hero 6.” Film rilisan Walt Disney Animastion Studios ini meruntuhkan batasan antara budaya barat dan timur dengan sebuah kisah superhero yang dibalut dengan setting dan karakter bergaya AS dan Jepang. Seunik apakah “Big Hero 6”? Jawabannya tidak akan kamu peroleh dengan hanya membaca ulasan dari kritikus, tetapi kita harus menyaksikannya sendiri untuk bisa menikmatinya.

BIG HERO 6

Hiro Hamada adalah seorang anak jenius yang tidak menyukai pendidikan formal, karena kepintarannya jauh melampaui berbagai pejaran untuk anak seusianya. Sebagai bentuk pelarian, Hiro justru menggunakan kejeniusannya untuk mengikuti pertarungan robot illegal. Sang kakak yang bernama Tadashi Hamada berusaha keras untuk meyakinkan Hiro agar tidak menyia-nyiakan bakatnya dan kembali bersekolah. Usaha Tadashi ternyata membuahkan hasil, dan Hiro mulai merasakan keinginan untuk kembali bersekolah.

Tadashi memperkenalkan Hiro dengan 4 sahabatnya di kampus, GoGo Tomago, Wasabi, Honey Lemon dan Fred. Tadashi juga menunjukkan Baymax, robot perawat hasil karyanya kepada Hiro. Ketika sebuah peristiwa tragis dialami oleh Tadashi, dan kota Fransokyo terancam oleh serangan penjahat, Hiro mengajak 4 sahabat Tadashi untuk bergabung dengannya dan membentuk “Big Hero 6.” Mampukah Hiro meredam emosinya dan bekerjasama dengan 4 sahabat Tadashi dan Baymax untuk mengungkap misteri dibalik serangangan dari sang penjahat?

BIG HERO 6

“Big Hero 6” mengambil setting di sebuah kota fiksi bernama Fransokyo yang menampilkan visual gabungan antara Tokyo dengan San Francisco, 2 kota ikonik di Amerika Serikat dan Jepang. Sebagian besar karakter dalam film ini juga merupakan peleburan wajah antara kaukasia dengan asia. Penggunaan nama karakter gabungan Jepang dengan Amerika Serikat juga bisa terlihat di sepanjang film. Gaya penggambaran komiknya juga menampilkan goresan khas Anime yang dipadu dengan animasi bergaya barat. Sebuah terobosan yang sangat kreatif.

Studio yang menampilkan tim yang sebelumnya sukses dengan “Wreck-It-Ralph” dan “Frozen” ini, tampaknya sangat menyadari bahwa generasi baru tidak menyukai sebuah animasi yang hadir dengan format biasa, itulah sebabnya keunikan akulturasi budaya itu merupakan hal yang ditonjolkan. Tetapi fenomena kisah Superhero yang masih digilai oleh penonton diseluruh dunia juga tetap menjadi nilai jual yang sangat tinggi.

BIG HERO 6

Dibalik semua keunikan dari “Big Hero 6,” satu hal yang tidak luput adalah munculnya sosok yang menjadi jiwa dari dari film ini. Kali ini, karakter Baymax, robot perawat yang memiliki hati dan daya tempur dahsyat merupakan sosok yang siap menjadi pusat perhatian. Selain memberikan ‘hati’ untuk film “Big Hero 6,” Baymax juga akan menjadi karakter komersial yang siap dijual lisensinya untuk menjadi mainan di jutaan rumah di seluruh dunia.

“Big Hero 6” merupakan sajian terbaru Disney yang tidak boleh dilewatkan. Kisah dan karakter dengan akulturasi budaya yang unik, visualisasi yang mengagumkan dan juga plot yang mudah diikuti namun tetap mendebarkan. Penonton cross gender dari anak-anak hingga dewasa akan menikmati film ini dengan sangat mudah. Sajian bermutu yang layak dinikmati oleh seluruh anggota keluarga. Get ready for a BIG adventure!

Comments and 3,590 views

Gia Adhika

I work in the entertainment, publishing & social media industry. Observes & writes about it. Author of ONE DIRECTION The Unofficial Book & Buku Pop Superstars.

Related Posts

COMMENT

Leave a Reply