Pemberontakan, Perang dan Cinta Segita Mewarnai “The Hunger Games: Mockingjay Part I”│Movie Review

November 25, 2014

7a61623a-db94-11e3-8b66-bc764e1143c2

Film yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh pencinta film sekuel “The Hunger Games” akhirnya dirilis juga. “The Hunger Games: Mockingjay” yang merupakan seri terakhir dari trilogi “The Hunger Games,” sepertinya ingin mengikuti tradisi film terakhir “Harry Potter” dan “Twilight Saga”. Bagian penutup dari trilogy “The Hunger Games” karangan Suzzane Collins ini juga dipecah menjadi dua bagian. “The Hunger Games: Mockingjay Part I” yang sudah tayang sejak 20 November 2014 lalu dan “The Hunger Games: Mockingjay Part II” yang akan tayang tepat satu tahun setelahnya yaitu pada 20 November 2015 mendatang.

Dalam kisah bagian pertama penutup trilogy “The Hunger Games” ini, diceritakan kelanjutan kisah Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) seusai diselamatkan oleh Distrik Pemberontak, Distrik 13 dari Hunger Games ke-75 atau The Quarter Quell yang arenanya telah dilahap habis oleh api yang merupakan akibat ulah Katniss Everdeen sendiri. Aksi heroiknya tersebut mampu membakar semangat para remaja di panem lainnya untuk mulai bangkit dan bergabung demi melawan dominasi dari pemerintahan Capitol dan pimpinanannya yang licik, President Snow (Donald Sutherland).

Para peserta pemenang yang tergabung dalam distrik pemberontak, Distrik 13 menjelaskan kepada Katniss bahwa mereka telah merancang revolusi panem untuk menggulingkan Capitol. Penduduk Distrik Pemberontak meminta Katniss untuk menjadi simbol pemberontakan mereka, tidak lain Katniss harus menjadi seorang Mockingjay. Perang melawan pemerintah pun mulai dilancarkan dibawah pimpinan President Coin (Julianne Moore) , pengatur strategi Plutarch (Phillip Seymour Hoffman), Hacker Beetee (Jeffrey Wright), Haymitch (Woody Harrelson) dan fashionista Effie Trinket (Elizabeth Banks). Mereka mengirim Katniss dan Gale (Liam Hemsworth) untuk berada di garis depan peperangan ini.

THE HUNGER GAMES 2014

Sementara itu, President Snow memiliki ‘senjata rahasia’ nya sendiri yakni Peeta (Josh Huctherson) yang berhasil ia sandera dan telah di cuci otaknya hingga hilang ingatan. Katniss pun menjadi dilema, antara menuntaskan misinya melawan President Snow, atau menyelamatkan kekasih yang sangat ia cintai, Peeta.

Untuk keperluan menyebar luaskan niat pemberontakan, Katniss diharuskan membuat video yang dapat membakar semangat orang-orang di seluruh distrik. Lokasi pertama yang didatangi Katniss untuk membuat video tersebut adalah rumah sakit di distrik 8.
Pemberontakan pun makin merajalela di distrik-distrik untuk menjatuhkan Capitol. Dan tiba saatnya Katniss untuk berhadapan dengan Presiden Snow, pemimpin dari Pemerintahan Capitol, juga dengan kenyataan pahit yang akan dihadapi Katniss selanjutnya.

The-Hunger-Games-Mockingjay-Part-1-Film-Review

Pemberontakan dan perang bukan satu-satunya tema di film yang diangkat dari novel Suzanne Collins ini. Kisah cinta segitiga antara Katniss, Gale (Liam Hemsworth) dan Peeta juga masih terlihat di sini. Di sepanjang film diperlihatkan bagaimana Gale masih menyimpan rasa cinta untuk Katniss namun di saat yang sama juga menyadari bahwa Peeta sudah mulai mendapatkan tempat di hati Katniss.

Banyak konflik yang disuguhkan di film “The Hunger Games: Mockingjay Part I” yang membuat para penontonnya terlilit emosi yang dirasakan oleh Katniss. Namun penonton “The Hunger Games: Mockingjay, Part I” rupanya akan sedikit kecewa, pasalnya film ini lebih menitikberatkan pada permainan strategi dan senjata. Meski begitu, kekurangan itu akan dapat ditutupi dengan perang strategi dari pihak Panem dan Capitol. Film ini pun memang sengaja seperti ‘diputus’ di tengah-tengah untuk membuat penonton penasaran. Sayangnya rasa penasaran itu baru bisa terobati satu tahun lagi saat bagian keduanya dirilis. So untuk Flagers semua jangan lupa untuk nonton film ini ya

 

Comments and 1,767 views

Dimas Andra Saputra

Your Future Engineer │ Model United Nations │ Entertainment World

Related Posts

COMMENT

Leave a Reply