“The Monuments Men,” Kolaborasi Keenam Clooney-Damon – Movie Review

Posted by
March 17, 2014

the-monuments-men-poster03

Tentu saja ini bukan kali pertama George Clooney dan Matt Damon berkolaborasi di sebuah film. Salah satu yang selalu terbayang di ingatan saya adalah, sebuah film trilogi Ocean Eleven yang pertama kali keluar pada tahun 2001. Menandakan kolaborasi keenam mereka, mereka kembali berperan di dalam sebuah film yang bertema mirip dengan trilogi Ocean Eleven, yakni tentang pencurian. Bedanya kali ini alih-alih menjadi perampok kelas kakap, George Clooney dkk bertransformasi menjadi tim khusus pemerintah Amerika yang berusaha untuk merebut kembali barang seni bernilai tinggi yang dicuri oleh Nazi. Ya, betul, film yang saya bahas kali ini adalah The Monuments Men.

Dengan embel-embel “based on the true story of the greatest treasure hunt in history”, The Monument Men mengambil latar belakang di perang dunia kedua, ketika pasukan sekutu berusaha untuk menggempur Nazi. Pemimpin Nazi, Hitler adalah seorang pecinta seni. Ia bercita-cita untuk membangun sebuah museum yang kabarnya akan menjadi museum terbesar di dunia bernama The Hitler Museum. Oleh sebab itu, pasukan Nazi mengumpulkan ribuan karya seni dan disimpan ditempat rahasia hingga tiba saatnya museum itu selesai dibangun. Walaupun kisah film ini juga berakhir sama dengan yang dituliskan oleh sejarah; Jerman kalah perang dan Hitler harus mengubur angan-angannya untuk membangun museum tersebut.

the-monuments-men03

George Clooney berperan sebagai Frank Stokes, seorang ahli sejarawan seni yang memiliki misi mulia untuk mengembalikan karya seni yang dicuri oleh Nazi kepada para pemiliknya. Tidak sendiri, ia dibantu oleh James Granger yang diperankan oleh Matt Damon, serta tim yang terdiri dari para aktor senior; Bill Murray, John Goodman, Jean Dujardin, Hugh Bonneville hingga Bob Balaban. Sedangkan nama Cate Blanchet, bukan sekedar pemanis ditengah kumpulan baju coklat tentara sekutu. Cate berperan sebagai Claire Simone, kurator seni Perancis yang memiliki informasi penting dimana Nazi menyimpan barang seni jarahannya tersebut. Stokes dkk memerlukan informasi tersebut untuk membawa mereka ke karya seni yang dicuri tersebut. Dan, siapakah yang bertugas untuk merayu Cate? Jawabannya, tentu saja yang paling tampan di tim Stokes tersebut (saya kira anda sudah bisa menebaknya).

the-monuments-men06

Secara keseluruhan film ini punya cerita yang menarik dengan latar cerita yang sungguh mengesankan. Sebagian besar adegan diambil langsung di Jerman. Namun, yang sangat disayangkan adalah kurang dalamnya pembentukan karakter di tim Stokes. Berbeda dengan karakter Ocean Eleven yang masing-masing memiliki karakter kuat dan keahlian masing-masing, tim Stokes seakan terdiri dari para pecinta seni seniman, kurator, dan arsitek paruh baya yang menghabiskan separuh hidupnya untuk melihat patung dan lukisan yang ada di seluruh dunia tanpa keahlian menonjol lainnya yang berguna untuk pencarian harta karun seni terbesar di dunia. Jangan heran jika tingkah laku mereka yang dihasilkan cenderung malah terlihat konyol dan menghibur daripada menjadi sosok para pencari harta karun yang keren.

the-monuments-men02

Namun salah satu hal yang menarik di The Monuments Men, film ini menampilkan beberapa karya seni terkenal seperti The Bruges Madonna dan The Ghent Altarpiece. Bagi flagers yang jarang datang ke museum, mungkin dengan menonton film ini akan lebih banyak menghargai dan mengerti tentang seni. Jangan berharap banyak adegan action atau aksi tembak menembak di film ini. The Monuments Men bukanlah film perang untuk memperebutkan hadiah berupa karya seni. Tapi film ini lebih banyak menunjukkan sisi lain para pahlawan yang mempertaruhkan nyawa untuk memperjuangkan karya seni mereka sebagai catatan sejarah budaya umat manusia yang pernah ada.

Comments and 1,742 views

Rendy Tsu

Music Director, Album Reviewer, and Blogger.

Related Posts

COMMENT

Leave a Reply