“Chappie” Cerita Humanis Robot Polisi yang Jatuh ke Tangan Kelompok Penjahat │ Movie Reveiw

March 5, 2015

chappie_ver5_xlg

Sutradara handal, Neill Blomkamp akhirnya kembali beraksi dengan sebuah karya modernisasi robot yang terus berkembang saat ini. Kali ini ia mengangkat tema yang diambil dari sebuah film singkat di tahun 2014 yaitu Tetra Vaal. Penggantian kerja manusia ke robot memang terus marak dikembangkan saat ini, hal ini sama seperti sebuah cerita mengenai robot polisi di tahun 2016 yang diangkat pada sebuah film berjudul “Chappie.”

Diceritakan di Johannesburg, Afrika Selatan pada tahun 2016 dengan tingkat kriminalitas yang sangat melonjak. Dalam keadaan seperti ini, banyak sekali polisi-polisi di Johannesburg yang tertembak. Ratusan kejahatan pun melonjak setiap bulannya hingga jumlah korban meninggal tak terhitung nilainya. Menghadapi kondisi yang genting seperti ini, akhirnya Tetravaal menemukan solusinya. Perusahaan robot tersebut membuat robot polisi yang berbahan dasar titanium. Dengan berbahan dasar titanium, robot-robot yang dibuat menjadi anti tertembak bahkan hampir tidak bisa mati. Kejahatan pun seketika menurun drastis, polisi robot tersebut dikenal dengan nama “Scout”, dengan identitasnya berupa angka.

chappie-movie-review

Dibalik kesuksesan meretas kriminalitas tersebut rupayanya ada andil besar Deon Wilson (Dev Patel). Selain skillnya yang diprogram untuk menjadi handal, robot-robot ini sangat efektif mengurangi resiko yang bisa diterima oleh tenaga manusia saat bertindak melawan kejahatan. Dibalik kesuksesannya tersebutm rupanya Deon memiliki proyek yang lebih baik dari sekedar robot “Scout” buatannya. Proyek yang dikerjakannya ini adalah sistem intelegensi buatan yang ingin diterapkan pada robot-robot ciptaanya. Ia ingin menciptakan robot yang bisa berpikir dan merasa, persis seperti manusia. Sayangnya ini mendapatkan tentangan dari atasannya, yang menyatakan bahwa robot dengan intelegensi buatan masih terlalu beresiko bagi manusia. Selain itu Deon juga mempunyai rival sesama penggarap robot, yaitu Vincent (Hugh Jackman). Vincent mengembangkan robot bernama “Moose” yang secara penuh dikendalikan oleh manusia secara virtual.

Karena mendapat tentangan untuk proyek barunya tersebut, diam-diam Deon melanjutkan pekerjaannya dengan mencuri komponen robot rusak, untuk kemudian dijadikan prototipe dari sistem intelegensi buatannya yang telah selesai ia kerjakan. Deon berniat membawa pulang komponen robot tersebut, namun ditengah jalan ia di hadang oleh kelompok gangster yang dipimpin oleh Ninja.  Para Gangster ini memaksa Deon untuk menghentikan robot polisi dianggap selalu merepotkan mereka. Namun Deon tak memiliki kemampuan untuk menghentikan para robot secara remot, karena robot-robot memiliki chip pelindung yang terpasang di kepalanya.

chappie-ninja

Deon menawarkan pilihan lain, yaitu proyek robot intelegensi buatannya untuk diteruskan. Apabila berhasil, robot ini bisa diajarkan segala hal sesuai keinginan para ganster tadi. Akhirnya para gangster menyetujui hal tersebut. Lahirlah robot dengan intelegensi buatan yang kemudian diberi nama Chappie. Kini, Chappie di antara dua pilihan. Belajar mengembangkan kreativitas dengan melukis seperti tuntunan Deon, atau ikut gerombolan penjahat untuk merampok dan membunuh.

Masalah tidak berhenti samapai disitu, disisi lain Vincent Moore membuat seluruh “Scout” di kota mati mendadak karena menghapus data mereka. Berbagai tindak kejahatan pun muncul seketika. Hal ini dilakukan oleh Vincent agar robot miliknya yang bernama Moose dapat beraksi setelah sekian lama ditolak oleh Michelle Bradley. Kesalahan akhirnya ditimpakan pada Deon. Bagaimana ia memperbaiki segala kekacauan itu?

tumblr_ni2zjm0iyU1s8ln08o1_1280

Secara keseluruhan film Chappie bisa dibilang menghibur. Tingkah polah Chappie benar-benar mengingatkan penonton pada anak kecil. Tak jarang celetukannya membuat seluruh penonton bioskop terguling-guling karena tawa. Kepolosan Chappie juga merupakan hiburan tersendiri. Selain itu, film “Chappie” juga sarat pelajaran. Film “Chappie” cocok ditonton segala usia. Anak-anak mendapat pelajaran soal memegang janji, bagaimana menghindari perbuatan jahat, berbicara sopan, sampai mencintai orang lain.

Sementara orang tua, dapat melihat bagaimana cara mendidik anak dengan baik. Berbohong, apalagi demi kejahatan sangat tidak dianjurkan. Bukan saja anak menjadi tak percaya, itu juga akan menyakiti perasaan mereka yang polos.
Namun, jika ingin mengajak anak ke bioskop menonton “Chappie,” sebaiknya tetap didampingi karena akan ada heroin, darah, kata-kata kotor, kelicikan, dan beragam senjata tajam. Film “Chappie” bisa ditonton di bioskop Indonesia mulai hari ini, Rabu (4/3). Di Amerika, film itu baru dijadwalkan rilis 6 Maret 2015.

Comments and 1,507 views

Dimas Andra Saputra

Your Future Engineer │ Model United Nations │ Entertainment World

Related Posts

COMMENT

Leave a Reply