“Assassin’s Creed” Lika-liku Penyelamatan dan Perebutan Apple of Eden dari Assassin │ Movie Review

December 22, 2016

13243748_904709262985575_2248473480099300768_o

Flagers pasti sudah menunggu-nunggu dong film yang satu ini. Yap bener banget, “Assassin’s Creed.” Film yang satu ini dibuka oleh adegan di mana sekumpulan anggota Assassin sedang berkumpul di satu bangunan tua. Belum ada perkenalan cerita, lebih dalam hanya terdapat sederet narasi yang ngejelasin keberadaan Apple of Eden, yang dipercaya menyimpan jawaban atas pertanyaan mengapa manusia melakukan kekerasan dalam hidupnya.

Berlatar di Andalusia, Spanyol, pada awal abad ke-15, Flagers akan dikenalkan pada kumpulan Assassin yang bersumpah setia pada kawanannya hingga kematian menjemput. Mereka semua tidak akan takut mati, apalagi ketika harus membela Assassin. Mereka pun bersepakat untuk beraksi dalam gelap, demi mencapai tujuan “menerangi” dunia. Musuh mereka yang utama adalah kaum Templar. Templar ini sejatinya mengincar apa yang disembunyikan oleh kaum Assassin: Apple of Eden.

assassins-creed-gallery-03-gallery-image

Berpindah latar waktu ke beratus-ratus tahun kemudian, Flagers mulai dihadapkan pada kisah seorang bocah laki-laki bernama Callum Lynch yang menemukan ibunya meninggal dibunuh. Diperintah untuk bersembunyi oleh sang ayah, bocah ini pun menuruti perintah ayahnya tersebut, dan berlari mencari persembunyian. Berpuluh tahun kemudian, tanpa kita tahu Callum bersembunyi di mana dan kenapa dia kabur waktu kecil, kita justru langsung dikenalkan sama sosok Cal Lynch dewasa (Michael Fassbender) yang diharuskan melewati hukuman mati karena kasus pembunuhan.

Sampe di sini, kekagetan penonton rupanya belum juga mereda, karena setelahnya, Cal Lynch yang seharusnya sudah berhasil dihukum mati, justru terbangun di sebuah kamar penuh isolasi, yang terdapat di Abstergo Industries. Laki-laki ini pun berkenalan dengan Sofia Rikkin (Marion Cotillard), seorang ilmuwan yang ternyata mengelola organisasi Abstergo tersebut.

assassins-creed-gallery-04-gallery-image

Sofia dan ayahnya, dr. Rikkin, diam-diam memang telah menyelidiki riwayat leluhur Cal Lynch dan menggunakannya untuk mencari Apple of Eden. Ya, Cal Lynch adalah keturunan tunggal yang tersisa dari riwayat kehidupan Aguilar. Aguilar sendiri adalah bagian dari Assassin, yang terakhir kali mengetahui keberadaaan Apple of Eden. Maka, Sofia menggunakan Cal untuk mencari Apple of Eden tersebut. Rumit? Yap, sejak kejadian di Abstergo, film ini barulah perlahan-lahan menunjukan titik terang. Terlebih, untuk mereka yang mungkin belom mainin game-nya dan nggak ngerti ceritanya.

Ketika kita memutuskan untuk mengabaikan jalur ceritanya, film ini sebetulnya sanggup-sanggup aja buat memanjakan mata –baik para gamers Assassin’s Creed maupun non-gamers–, lantaran dibungkus dengan efek visualnya yang betul-betul kerasa nyata. Ketika scene menampilkan masa lalu, kita benar-benar merasakan suasana “kuno” yang kental. Ketika scene menampilkan masa sekarang, kita dihadapkan pada printilan super canggih yang sesuai dengan zaman sekarang. Belum lagi, aksi panjat-memanjat, adegan lompat dari ketinggian, kostum yang dikenakan, maupun aksi parkour atau free running yang dilakukan para Assassin, bikin kita berdecak kagum.

ywzcnux2fdppiqqaebomb4

Jalan cerita dari film ini terhitung rumit dan tidak erlalu mengesankan, untungnya masih bisa diimbangi dengan akting dan efek visualnya yang ciamik. Jangan terlalu berharap akan melihat unsur keren dari game-nya dalam film ini, karena akan banyak hal baru yang bisa kamu temui. Film ini sendiri mulai tayang pada 22 Desember 2016, kalau Flagers penasaran, pokonya jangan sampai ketinggalan nonton filmnya ya!

 

Comments and 419 views

Dimas Andra Saputra

Your Future Engineer │ Model United Nations │ Entertainment World

Related Posts

COMMENT

Leave a Reply