7 Fakta Unik Virus Ransomware, WannaCry yang Bikin Dunia Panik

May 16, 2017

Beberapa hari lalu, dunia maya tengah dihebohkan dengan ancaman serangan virus ransomware berjuluk WannaCry. Saking heboh dan berpotensi bahaya, Kementerian Komunikasi dan Informatika sampai membuat pengumuman khusus yang menganjurkan supaya pengguna laptop atau PC (terutama yang pakai OS Windows lama) tidak langsung menghidupkan juga menghubungkan perangkatnya ke jaringan LAN atau internet pada hari Senin ini (15/5).

Melihat begitu besarnya intensi pemerintah mengenai serangan ransomware, WannaCry ini, berikut Flagig berikan fakta unik seputar ransomware yang telah melumpuhkan dunia, salah satunya Indonesia pada sistem jaringan Rumah Sakit Dharmais dan Rumah Sakit Harapan Kita.

1. Serangan Ransomware, WannaCry tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi hampir 100 negara dengan jangka waktu yang berdekatan.

Perusahaan jasa pengiriman FedEx dan National Health Service telah menjadi sasaran serangan ransomware ini. Akibat dari serangan ini, sejumlah rumah sakit di wilayah Inggris Raya harus menghentikan aktivitasnya sementara waktu. Di Indonesia sendiri, serangan ini telah melumpuhkan sistem jaringan dari dua rumah sakit yakni Dharmais dan Harapan Kita. Sejak Sabtu lalu (13/5), sistem jaringan di kedua rumah sakit dilaporkan tak bisa diakses. Dari unggahan para pengguna Twitter, diketahui sistem nomor antrian jadi sasaran serangan ransomware ini yang menyebabkan layar komputer menampakkan notifikasi terkunci.

2. Ransomware, WannaCry sangat mudah menyebar, satu komputer terserang maka semua komputer dalam jaringan sama pun juga akan terserang.

Diketahui, serangan ransomware WannaCry ini memang sangat masif dan menyerbu ke segala penjuru dunia. Pasalnya, cara penyebaran ransomware ini cukup cepat di mana peretas akan mengirim email pada calon korban. Nah, dalam email yang dikirimkan, peretas menautkan link yang berisi ransomware atau juga dikenal dengan tekni peretasan phising.

Uniknya, link yang disematkan biasanya amat mengelabui sehingga jika pengguna lengah bukan tak mungkin akan besar kemungkinan tergoda untuk meng-klik. Nah, saat pengguna lengah dan meng-klik link tersebut program jahat ini otomatis langsung bekerja dan menyebar. Salah satu serangannya adalah dengan mengenkripsi file, folder bahkan drive di komputer yang diserang dan meminta tebusan melalui pesan.

3. Tebusan yang diminta peretas ransomware, WannaCry ini cukup besar dan dalam bentuk mata uang digital Bitcoin.

Peretas ransomware WannaCry ini kabarnya meminta tebusan yang cukup banyak kepada korban. Di Inggris diketahui, peretas meminta bayaran alias uang tebusan sejumlah 300 dolar AS atau 4 juta rupiah dalam bentuk Bitcoin. Bagi kamu yang belum tahu, Bitcoin ini adalah uang digital yang kabarnya ditemukan oleh seorang misterius bernama Satoshi Nakamoto.

4. Ransomware WannaCry sebenarnya tidak menyerang semua OS Windows, hanya beberapa saja.

Ransomeware WannaCry ini hanya menyerang beberapa OS Windows. Adapun OS Windows yang paling rentan terkena ransomware ini adalah seri Windows Vista, Windows Server 2008, Windows 7, Windows Server 2008 R2, Windows 8.1, Windows Server 2012, Windows 10, Windows Server 2012 R2, dan Windows Server 2016.

5. Serangan ransomware serupa pernah terjadi juga, tepatnya di tahun 2010 lalu.

Serangan ransomware seperti WannaCry ini memang bukan yang pertama kalinya terjadi. Pada tahun 2010 pernah terjadi serangan serupa dengan korban terbanyak berada di wilayah Rusia. Kala itu, korban yang terserang ransomware ini harus membayar tebusan melalui sistem SMS Premium.

6. Tidak disangka, ransommware WannaCry asal mulanya dari senjata siber AS.

WannaCry diketahui merupakan ransomware yang asal muasalnya dari tool senjata siber bernama EternalBlue badan intel Amerika Serikat (AS) atau NSA yang dicuri oleh grup hacker bernama Shadow Broker. EternalBlue ini sebelum dicuri dan dibocorkan sebenarnya sudah sering banget dipakai NSA untuk mengendalikan komputer sasaran dari jarak jauh secara remote.

7. Kabar baiknya, pria asal Inggris ternyata sudah menemukan cara atasi serangan WannaCry tanpa bayar tebusan.

Dikutip dari MalwareTech.com, seorang pria asal Inggris dikabarkan telah menemukan cara mengatasi perangkat yang terserang ransomware WannaCry ini tanpa harus bayar uang tebusan. Pria yang mengaku dirinya sebagai MalwareTech ini menuturkan bahwa cara terbaik untuk mengatasi serangan ini adalah dengan mendaftarkan domain yang digunakan untuk menyebarkannya.

Ia menyebutkan, dengan mendaftarkan maka domain tersebut secara otomatis akan hidup dan penyebaran ransomware pun ternyata bisa dihentikan. Kendati begitu, pria berusia 22 tahun ini mengaku serangan tak akan serta merta berhenti. Oleh karena itu, pengguna perangkat Windows diminta untuk terus waspada apalagi yang sering menggunakan perangkat jaringan.

Itulah, 7 fakta unik seputar ransomware WannaCry yang kini tengah jadi perbincangan di dunia maya. Bagi Flagers yang tak ingin terserang ransomware ini, usahakan mengikuti langkah-langkah pencegahan yang juga sudah dibeberkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Comments and 105 views

Dimas Andra Saputra

Your Future Engineer │ Model United Nations │ Entertainment World

Related Posts

COMMENT

Comments Closed