“Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children,” Kisah Sekumpulan Anak dengan Kekuatan Istimewa │ Movie Review

September 30, 2016

missperegrineposter

Film “Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children” adalah sebuah film yang diangkat dari novel karangan penulis AS, Ransom Riggs. Namun, mulai dari ide dan isi cerita sampai desain cover, membuat kisah ini seolah-olah memang sudah ditakdirkan untuk disutradarai oleh Tim Burton. Belum pernah rasanya ada suatu karya yang sesempurna ini untuk diangkat ke layar perak oleh sutradara yang memang terkenal “peculiar” ini.

Berbagai karyanya, seperti Edward Scissorhand, Beetlejuice, Big Fish, Nightmare Before Christmas dan Sweeney Todd, selalu memiliki cita rasa yang serupa, yang merupakan ciri khas dari sutradara 58 tahun ini: dunia dongeng yang penuh dengan makhluk-makhluk magis yang merupakan perpaduan antara indah dan mengerikan.

“Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children” berkisah tentang Jacob Portman (Asa Butterfield) yang tinggal di Florida yang berpetualang meneruskan kisah kakeknya Abraham (Terence Stamp) yang katanya dulu tinggal di panti asuhan bagi anak-anak aneh berkemampuan unik yang dipimpin oleh Miss Peregrine (Eva Green). Sang kakek merupakan seorang imigran dari Polandia yang berperang melawan Nazi di Perang Dunia II. Seperti biasa cucu yang modern itu menganggap aneh cerita kakeknya yang kolot.

peregrins-gallery10-gallery-image

Dari kecil, Abe sering bercerita pada Jake tentang masa kecilnya di sebuah rumah (seperti panti asuhan) yang dipimpin oleh Miss Alma Peregrine (Eva Green). Di dalam rumah itu, menurut Abe, tinggallah beberapa orang anak dengan kemampuan luar biasa-peculiar children. Ketika Abe tiba-tiba tewas mengenaskan dengan cara yang aneh, kedua bola matanya hilang, hal ini menimbulkan trauma yang cukup mendalam pada diri Jake. Hal ini kemudian mendorong orangtua Jake untuk menemui psikolog.

Untuk mengatasi traumanya, psikolog Jake tadi, Dr. Gollan (Allison Janney) mendorong Jake untuk mendatangi sebuah desa kecil di kepulauan Wales. Pulau tadi adalah tempat rumah Miss Peregrine berada. Di pulau kecil inilah cerita di mulai. Ketika sampai di rumah Miss Peregrine, Flagers akan sedikit teringat akan sebuah asrama yang dipimpin oleh kepala sekolah Dr. Charles Xavier. Tak sedikit memang orang yang membandingkan film ini dengan film adaptasi komik Marvel, “X-Men: First Class.”

DF-02825modified - Seated on the floor: the twins (Thomas and Joseph Odwell), Fiona (Georgia Pemberton) and Hugh (Milo Parker), Left to right: Emma (Ella Purnell), Jake (Asa Butterfield), Horace (Hayden Keeler-Stone), Miss Peregrine (Eva Green), Enoch (Finlay Macmillan), Claire (Raffiella Chapman), Bronwyn (Pixie Davies) and Olive (Lauren McCrostie) - are the very special residents of MISS PEREGRINE’S HOME FOR PECULIAR CHILDREN. Photo Credit: Leah Gallo.

Walaupun sama-sama bercerita tentang sekelompok anak yang memiliki kemampuan “super”, anak-anak Miss Peregrine lebih mirip seperti anggota aneh sirkus keliling dibanding manusia super. Walaupun memang ada di antara anak-anak itu yang memiliki kekuatan super pada umumnya: Olive, yang bisa menyalakan api hanya dengan tangannya; Pixie, anak kecil dengan kekuatan 10 laki-laki dewasa; Millard, yang tembus pandang alias tak terlihat; sampai Emma, gadis cantik berambut pirang yang lebih ringan dari udara.

Tapi, ada juga kemampuan anak-anak itu yang jatuhnya lebih pada menakutkan dibanding mengagumkan. Seperti Hugh, yang bisa mengeluarkan kawanan lebah dari mulutnya; Claire, gadis cilik mengemaskan dengan mulut monster di balik kepalanya; dan sepasang anak kembar yang selalu mengenakan topeng mengerikan sepanjang film

Menjadi anak-anak dengan kemampuan istimewa, peculiar, bukanlah perkara mudah. Mereka harus terus bersembunyi dari kejaran hollowgast. Sekumpulan penjahat yang ingin memakan bola mata mereka agar bisa hidup abadi. Hollowgast tadi dipimpin oleh Mr. Barron (Samuel L. Jackson), yang akan melakukan segala cara untuk bisa memburu para anak-anak peculiar.

peregrins-gallery9-gallery-image

Hollowgast juga tampil dalam bentuk monster mengerikan dengan tungkai-tungkai panjang, dan kepala bulat yang hanya berisi mulut bertaring. Mereka juga mengenakan jas compang-camping dan bergaris-garis.

Eva Green, sebagai Miss Alma Peregrine yang misterius, juga tak kalah memesona. Dengan pipa rokok yang hampir tak pernah lepas dari mulutnya, Miss Peregrine adalah sosok yang penuh misteri. Mimik wajahnya yang selalu dipoles senyum akan membuat Anda bertanya-tanya, apa yang sebenarnya sedang disembunyikan oleh wanita yang terlihat sangat protektif terhadap anak-anaknya itu. Anak-anak di rumah Miss Peregrine tidak akan pernah bertumbuh dewasa. Bukan karena mereka serupa dengan Peter Pan yang memang akan selalu jadi anak kecil, tapi lebih karena mereka selamanya tinggal di tahun 1943.

miss_peregrines-screen

Untuk memastikan anak-anaknya aman dari buruan hollowgast, Miss Peregrine menciptakan suatu lingkaran waktu (time loop), di mana di dalamnya hari terus berulang. Lingkaran waktu inilah yang kemudian dimasuki oleh Jake, yang lantas bergabung dengan para peculiar untuk melawan hollowgast.

Masalah jalan cerita, “Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children” memang menawarkan sesuatu yang istimewa, dan bisa dibilang orisinal. Diperuntukkan bagi penonton (dan awalnya, pembaca) remaja, cerita ini berhasil memadukan dunia magis dan petualangan dengan baik. Belum lagi, hubungan asmara antara Jake dan Emma yang melatari cerita ini menambahkan sentuhan manis di dalamnya.

Bagi Flagers yang ingin di bawa berimajinasi dan memasuki dunia istimewa ini, film “Miss Peregrine’s Home of Peculiar Children” ini siap tayang pada 30 September 2016 di bioskop-bioskop kesayangan Anda. Jangan sampai ketinggal ya Flagers.

Comments and 1,344 views

Dimas Andra Saputra

Your Future Engineer │ Model United Nations │ Entertainment World

Related Posts

COMMENT

Comments Closed