“Lady Bird,” Kisah Remaja yang Mencari Jati Diri │ Movie Review

March 7, 2018

Nama Greta Gerwig mungkin masih terdengar baru di jajaran sutradara film. Namun, Lady Bird yang menjadi karya pertamanya berhasil ada dalam deretan nominasi beberapa kategori Oscar 2018. Dibintangi oleh Saoirse Ronan, Laurie Metcalf, Lady Bird mengangkat cerita berbeda dari hanya sekedar romansa remaja.

Christine McPherson (Saoirse Ronan), siswa sekolah katolik di Sacramento, yang memiliki nama panggilan “Lady Bird” sangat ingin keluar dari California dan memulai hidup barunya di New York. Dia ingin jauh dari orang tua. Dia ingin mandiri. Dia ingin jadi bagian dari tempat yang berbudaya. Maka, untuk meluluskan tujuannya, ia diam-diam mendaftar ke Universitas di luar kota tanpa sepengetahuan ibunya.

Itulah penggalan kisah dari Lady Bird. Berbeda dari film remaja yang fokus pada percintaan antara sepasang kekasih, film ini adalah kisah ‘romansa’ antara ibu dengan anak perempuannya yang sedang mencari jati diri dengan cara yang berbeda. Lady Bird pastinya tidak diam-diam menjadikan ibunya sebagai teladan dengan klise, sebab mereka berdua begitu berbeda dengan dahsyatnya. Anak dan ibu ini benar-benar bertolak belakang, bayangkan dua sisi mata uang, mereka saling pasif-agresif.

Keunikan film ini datang dari bagaimana Lady Bird membuat hidup ibunya, Marion McPherson (Laurie Metcalf) kesulitan dan begitu juga sebaliknya. Tanpa dijelaskan, penonton dibiarkan tahu seberapa besar mereka saling mencintai satu sama lain, namun mereka mengekspresikannya dengan cara yang berbeda. Disutradarai oleh Greta Gerwig, Lady Bird menjadi debutnya terbang solo sebagai sutradara. Semua pemain tampil natural, tanpa dibuat-buat. Gerwig menghormati setiap tokoh sampai ke karakter yang paling minor sekalipun.

Apa yang dialami Lady Bird bukan tidak mungkin pernah kita semua alami. Kita mengantagoniskan orang-orang, banyak pihak, karena kita sendiri belum yakin siapa dan mau jadi apa kita. Kita terlalu banyak menghabiskan waktu membangun citra, kita mencegah orang-orang untuk melihat siapa sebenarnya diri kita, seperti apa keluarga kita, sampai-sampai kita sendiri tidak lagi bisa benar-benar melihat yang sebenarnya.

Film ini menggambarkan semua yang mungkin kita alami saat beranjak dewasa dengan sangat nyata. Bukan hanya yang menyenangkan saja yang diperlihatkan, tapi juga bagaimana pergumulan batin dengan diri sendiri dan orang terkasih. Perjalanan beranjak dewasa tak pernah mudah. Arahan Gerwig membuat film terasa sangat personal, sehingga membuat penonton yang mungkin pernah meninggalkan sarang, menjadi teringat dan ingin kembali ke tempat kita memulai langkah.

Meski ini adalah film pertama Greta Gerwig, Lady Bird ternyata berhasil berada dalam deretan nominasi beberapa kategori dalam Oscar 2018. Seperti Scott Rudin, Eli Bush and Evelyn O’Neill yang dinominasikan dalam Best Pictures 90th Academy Awards.

Saoirse Ronan sebagai pemeran Lady Bird juga turut dinominasikan dalam Best Actress. Menyusul Laurie Metcalf yang aktingnya sebagai sang ibu dari Lady Bird tidak diragukan lagi, ikut dinominasikan dalam jajaran Best Supporting Actress Oscar 2018. Tidak ketinggalan Greta Gerwig, sang sutradara, yang dinominasikan dalam Best Director juga Best Original Screenplay. Tentu saja dengan deretan nama dalam nominasi Oscar 2018, Lady Bird tidak diragukan lagi menjadi film yang wajib banget untuk nonton film ini!

Comments and 252 views

Dimas Andra Saputra

Your Future Engineer │ Model United Nations │ Entertainment World

Related Posts

COMMENT

Leave a Reply