Kisah Po Dalam Menyelamatkan Desa Panda “Kung Fu Panda 3” │ Movie Review

March 9, 2016

Kung-Fu-Panda-3-Second-Teaser-Poster

Flagers semua pasti sudah menanti-nanti banget dong kehadiran film panda menggemaskan yang jago kunfu, “Kung Fu Panda 3.” Pada film ketiganya ini akan menceritakan kisah tentang pertemuan antara Po dengan ayahnya. Dua karakter panda yang muncul pada film kali ini tentunya juga menghadirkan cerita baru yang menarik. Yang nantinya akan menjelaskan tentang dari mana Po berasal dan bagaimana masa lalu yang dialami oleh Po.

Kisah bermula ketika Master Shifu memberitahukan kepada para muridnya jika dia ingin mundur sebagai guru dan pengganti yang tepat adalah ksatria naga yang kita tahu sendiri bahwa itu adalah Po. Berikutnya, panda tua yang muncul di akhir Kung Fu Panda 2 muncul untuk menemui Po. Panda tua bernama Li Shan itu akhirnya berhasil menemui Po, anak yang sudah terpisah dengan dia sedemikian lamanya. Ada hal menarik yang punya sisi lucu antara Li Shan dengan Ping, bebek yang mengadopsi Po.

panda-gallery3-gallery-image

Bahwa Po adalah tetap Po yang menyebalkan meski sudah diminta menjadi guru. Ketika bertemu ayahnya, Po malah membuat ricuh sendiri, termasuk bermain-main dengan peninggalan lama. Dan bagian terbaik dari semua itu adalah dia bermain-main bersama Li Shan. Master Shifu yang mengerti bahwa panda memiliki kepakaran tinggi dalam pengelolaan chi akhirnya mengarahkan Po untuk mempelajari chi dan mengikuti Li Shan ke Desa Panda.

Pada saat yang sama, Kai muncul dari dunia roh, dikompori oleh dendam yang gila-gilaan kepada Master Oogway. Ketika pertama kali dia muncul, ada dialog menarik yang layak disaksikan antara Kai dengan dua penduduk lokal. Sebuah percakapan yang mengawali konflik dalam Kung Fu Panda 3 ini. Dengan kekuatannya yang begitu besar, Kai mampu menguasai hampir seluruh master yang ada. Hanya dua yang luput, Tigress dan tentu saja Po. Po sendiri luput karena sedang asyik di Desa Panda, belajar menjadi panda yang sebenarnya mulai dari berguling hingga cara makan bakpao yang baik dan benar, ala Panda.

kung-fu-panda-3_640x480_71452230774

Tigress yang berhasil sampai ke Desa Panda menyampaikan kondisi itu pada Po dan panda-panda lain yang ada di desa tersebut. Berharap situasi itu menjadi dasar baginya untuk menguasai chi, Po malah mendapati kekecewaan mendalam. Kondisi akhirnya membuat Po harus bisa menjadi guru kung fu bagi kaumnya. Tidak mudah, memang, namun Po dapat menemukan caranya. Kita akan melihat kepingan-kepingan latihan yang berbeda-beda dan tampak tidak berhubungan satu sama lain, lantas menjadi kombinasi apik ketika benar-benar digunakan. Mampukah Po mengalahkan Kai? Bagaimana kah nasib teman-teman Po lainnya? Akankah Po akan bertemu kembali dengan teman-teman lainnya?

Kung-Fu-Panda-3

Film “Kung Fu Panda” juga memiliki tampilan animasi yang khas dan tak berubah dari film pertama. Dimana angle view yang diperlihatkan selalu mengambil gambar karakter secara close-up. Berbeda dengan kebanyakan film animasi yang tak hanya menampilkan detail 3D dari karakter tapi juga background di tiap scene. Mungkin ini membuat Kung Fu Panda terlihat kurang mewah jika dibandingkan dengan film animasi lain. Banyak animasi landscape pemandangan yang terlihat megah dan menyenangkan, dan tidak demikian pada film Kung Fu Panda. Tetapi mungkin juga sinematografi tersebut sengaja dibuat agar film animasi ini juga mirip dengan cara pengambilan gambar film laga asli.

1450833628099

Meskipun penuh dengan adegan baku pukul, Kung Fu Panda tidak pernah jadi film dengan kategori kekerasan. Karena yang terlihat hanya sekelompok hewan yang menggemaskan dengan aksi Kung Fu yang menarik disaksikan. Tak perlu ada sensor berlebihan dan bisa disaksikan semua kalangan terutama anak-anak. Saat tontonan di layar televisi sepertinya terlalu ketat memberikan sensor untuk film bahkan kartun anak-anak, mungkin ini saatnya untuk membawa mereka ke bioskop agar bisa menikmati film kesukaan mereka.

Selain lelucon konyol, film ini tentunya juga menghadirkan pesan moral yang menyentuh. Tentang persahabatan Po dengan teman-temannya, dan juga tentang keluarga. Film ini pastinya sangat menarik untuk disaksikan bersama keluarga dan sangat cocok untuk mengajak anak-anak, karena film ini bisa disaksikan untuk semua umur. Tunggu apalagi Flagers, langsung saja ya nonton film “Kung Fu Panda 3” di bioskop-bioskop kesayangan kalian.

Comments and 1,491 views

Dimas Andra Saputra

Your Future Engineer │ Model United Nations │ Entertainment World

COMMENT

Leave a Reply