“About Time” Menghargai Setiap Momen Dalam Hidup – Movie Review

Posted by
October 14, 2013

about-time-poster 1

Sudah jarang penonton bioskop Indonesia mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan film komedi dari negara Inggris. Namun, kini telah hadir “About Time,” sebuah komedi keluarga dari negeri Ratu Elizabeth yang menghadirkan kisah mengenai rasa untuk menghargai setiap peristiwa baik dan buruk yang dialami dalam kehidupan. Melihat nama Rachel McAdams, dan juga poster yang ditampilkan “About Time,” mungkin kita akan mengira bahwa film ini adalah sebuah komedi romantis. Tetapi, “About Time” memiliki jangkaun cerita yang jauh lebih luas dari sekedar rasa cinta antara seorang laki-laki dan perempuan.

Seorang pria bernama Tim Lake mendapatkan sebuah fakta yang mengejutkan tentang hidupnya saat Ia berusia 21 tahun. Ayahnya menyampaikan sebuah rahasia keluarga bahwa setiap pria keluarga Lake dapat menjelajahi waktu. Meskipun sulit untuk diterima logika, namun Tim akhirnya menyadari bahwa hal tersebut ternyata bukanlah sebuah kebohongan. Salah satu keinginan besar Tim yang ingin diperoleh melalui bantuan kemampuan jelajah waktu tersebut, adalah untuk memiliki seorang pacar. Meskipun terdengar sederhana, namun hal ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk diwujudkan.

Setelah beberapa usahanya dalam manaklukkan hati seorang wanita ternyata gagal, Tim akhirnya menemukan keberuntungan dalam diri Mary, seorang gadis cantik asal Amerika Serikat yang lugu dan kurang percaya diri. Untuk mendapatkan kesan yang sempurna di hati Mary, Tim kerap kali menggunakan kemampuan jelajah waktunya demi memperbaiki kesalahan yang sudah Ia perbuat. Tim dan Mary akhirnya jatuh cinta. Meskipun telah menemukan cinta sejatinya, dan memiliki kemampuan jelajah waktu yang tidak dimiliki oleh orang lain, tetapi Tim harus menghadapi kenyataan bahwa hidup memiliki konsekuensi yang tidak bisa Ia ubah. Walaupun bisa mengulang waktu, Tim tetap harus menerima hal-hal buruk yang masih terjadi dalam hidupnya, maupun keluarga yang juga Ia cintai.

about time 1

“About Time” ditulis dan disutradarai oleh Richard Curtis yang selama 3 dekade telah berhasil menjadi salah satu pelaku industri film paling berpengaruh di Inggris. Ia telah menulis naskah untuk serial “Mr.Bean,” film “Four Weddings and a Funeral,” “Nothing Hill,” hingga “Bridget Jones’ Diary.” Karir Richard Curtis juga semakin gemilang setelah menjadi sutradara film “Love Actually” dan “The Boat That Rocked.” Salah satu gaya khas dari Curtis adalah kemampuannya dalam menampilkan keluguan dari karakter-karakter yang Ia ciptakan. Dalam “About Time” Richard Curtis berhasil menampilkan sisi manusia yang tidak pernah puas melalui karakter Tim Lake. Namun, Ia mengimbanginya dengan pesan-pesan moral yang dapat membuat kita merasa dekat dengan jalinan cerita di film.

Dua karakter sentral dalam “About Time” adalah Tim Lake yang diperankan oleh Domhnall Gleeson yang sebelumnya tampil dalam Anna Karenina” dan “Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2” juga Mary yang diperankan oleh Rachel McAdams bintang dari film-film romantis sukses “The Vow” dan “The Notebook.” Meskipun mereka menampilkan 2 karakter yang berbeda, tetapi kita bisa merasakan chemistry yang dihadirkan oleh Gleeson dan McAdams. Ada perasaan empati dan sekaligus keinginan untuk mendukung keduanya. Pemeran yang layak mendapatkan pujian dalam film ini adalah bintang veteran Inggris, Bill Nighy. Dengan kemampuan komedi yang Ia miliki dan juga penampilan yang natural sebagai seorang ayah bijak yang ideal membuat Nighy seperti tidak berakting sama sekali.

about time 2

Bagian yang juga penting dalam “About Time” adalah pilihan soundtrack yang mengisi bagian-bagian dari adegan di film ini dengan Indah. Lagu “How Long Will I Love You” yang kita kenal melalui Ellie Goulding, dinyanyikan kembali dalam versi akustik dengan sangat indah oleh Jon Boden. Lagu ini menjadi pengisi adegan romantis saat karakter Tim dan Mary membangun rasa cinta mereka di underground subway kota London. Lagu Klasik “Friday, I’m In Love” dari The Cure dan “Into My Arms” dari Nick Cave juga ikut menjadi latar yang pas bagi “About Time.” “The Luckiest” dari Ben Folds tak kalah indah dalam menangkap spirit cinta bagi karakter utama dalam film ini.

“About Time” bukanlah sebuah film yang akan membuat kita merasa terharu luar biasa atau menangis karena sedih setelah menyaksikannya. Bukan film keluarga yang melodramatis, juga tidak ada ledakan-ledakan emosi yang besar dari plot ceritanya. Jalinan cerita “About Time” dikemas sesederhana mungkin dengan sedikit sentuhan pesan-pesan moral keluarga. Ada pesan yang dapat kita petik dari menyaksikan film ini. Hidup tidak selamanya indah, ada hari baik dan hari buruk yang terjadi dalam hidup kita. Tetapi semua peristiwa yang terjadi dalam hidup ini akan terasa lebih indah jika kita bisa mengambil waktu sejenak dan menikmati setiap detiknya dengan perasaan yang positif.

Supported By: Universal Pictures Indonesia

Comments and 3,327 views

Gia Adhika

I work in the entertainment, publishing & social media industry. Observes & writes about it. Author of ONE DIRECTION The Unofficial Book & Buku Pop Superstars.

COMMENT

Leave a Reply